Selasa, 30 Maret 2010

Sekoci di pelana samudera


nun hujan yang menembus kalbu
menghujam langit hinga tercampak kesisi ku
detik simfoni yang berdetak dari jam dinding lama ku
semua ku abaikan karena malu

Langit biru yang berdesis ku pelajari
banyak kulihat teka-teki yang menari
Ku tak mampu berdiri
ku tak mampu berlari

Senandung hati nurani ku tak terdengar
Terlena dalam langit hitam yang tak kunjung mengelegar

"Cepat kembali!!"
dengarkan kata-kata itu
atau aku akan mati


"Anak ku... Sekoci mu sudah meninggal kan AKU jauh"

Tidak ada komentar: